𝐃𝐈 𝐌𝐔𝐙𝐀𝐋𝐈𝐅𝐀𝐇, 𝐑𝐀𝐉𝐀 𝐃𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐄𝐌𝐈𝐒 𝐓𝐈𝐃𝐔𝐑 𝐃𝐈 𝐓𝐀𝐍𝐀𝐇 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐒𝐀𝐌𝐀.
Tidak ada VIP. Tidak ada jabatan. Tidak ada kekuasaan. Semua pakai ihram yang sama. Dan itulah kain yang suatu hari nanti membungkus tubuh kita saat mati. Di Muzalifah kita melihat sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Orang kaya tidur di samping orang miskin. Pejabat tidur di samping rakyat biasa. Bos besar tidur tanpa meja besar. Tidak ada yang peduli mobil apa yang dipakai di dunia. Karena di sana semua sadar : Pada akhirnya… kita kembali sendirian. Saya jadi ingat nasihat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW: “𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐤𝐚𝐦𝐮, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢.” Kalimat itu sederhana. Tapi kalau dipikir dalam-dalam, sangat keras. Kita sibuk kejar nama. Sibuk pamer jabatan. Sibuk saling jatuhkan. Kadang lupa… semua itu tidak ikut dibawa kubur. Yang tersisa cuma amal, sikap, dan bagaimana kita memperlakukan orang lain. 𝐊𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐇𝐚𝐣𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐬𝐨𝐚𝐥 𝐢𝐛𝐚𝐝𝐚𝐡. 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐚𝐦𝐩𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐞𝐠𝐨 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚. 𝐊𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐭𝐚 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐀𝐌𝐀𝐋𝐍𝐘𝐀.