Jumat, 21 September 2012

Tanya Jawab Kepemimpinan

Dear all;

Selamat Pagi

Semangat Pagi...

Berikut adalah contoh tanya jawab tentang kepemipinan dan manajemen organisasi , semoga bermanfaat :



1. Apa yang dimaksud dengan analisis SWOT?
Jawaban :
Analisis SWOT adalah sebuah alat perencanaan yang digunakan untuk menganalisis kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunities), dan ancaman (threats) organisasi.
2. Sebutkan bentuk-bentuk perencanaan !
Jawaban :
Perencanaan strategis
Perencanaan taktis
Perencanaan operasional
Perencanaan kontingensi
3. Sebutkan langkah-langkah dari pengambilan keputusan !
Jawaban :
Mendefinisikan situasi
Mendeskripsikan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan
Mengembangkan alternative
Mengembangkan persetujuan diantara yang terlibat
Memutuskan alternative mana yang terbaik
Melakukan apa yang di indikasikan
Menentukan apakah keputusan tersebut adalah keputusan yang baik dan melanjutkannya.
4. Kategori ketrampilan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang manajer ?
Jawaban :
Ketrampilan teknis
Ketrampilan hubungan manusia
Ketrampilan konseptual
5. Sebutkan apa saja yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin ?
Jawaban :
Mengkomunikasikan sebuah visi dan membuat orang lain mengikuti visi tersebut
Menetapkan nilai-nilai korporat
Mempromosikan etika korporat
Merangkul perubahan
6. Sebutkan gaya kepemimpinan yang paling umum dikenali !
Jawaban :
Kepemimpinan otokratis
Kepemimpinan partisipatif
Kepemimpinan free-rein
7. Apa yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan free-rein ?
Jawaban :
Kepemimpinan free-rein adalah gaya kepemimpinan yang melibatkan manajer yang menetapkan sasaran-sasaran dan karyawan relative mempunyai kebebasan untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.
8. Sebutkan apa saja langkah dari pengendalian !
Jawaban :
· menetapkan standar kinerja yang jelas
· memantau dan merekam kinerja actual
· membandingkan hasil terhadap rencana dan standar
· mengkomunikasikan hasil dan penyimpangan kepada karyawan yang terlibat
· mengambil tindakan korektif ketika dibutuhkan dan memberikan umpan balik positif untuk kerja yang dilaksanakan dengan baik.
9. Apa yang dimaksud dengan pelanggan eksternal ?
Jawaban :
Pelanggan ekstrenal adalah diler yang membeli produk untuk dijual kepada orang lain dan pelanggan akhir (atau pengguna akhir)yang mebeli produk untuk digunakan secara pribadi.
10. Sebutkan apa saja fungsi manajemen
Jawaban :
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Kepemimpinan
- Pengendalian


Self Productivity


Dalam hal peningkatan produktivitas, self productivity memegang peranan yang sangat penting.Dewasa ini kita sering melompat dari self development ke knowlede development. Tiap individu harus bisa mendorong produktivitas dirinya sendiri. Ia harus bisa menjadi driver untuk dirinya sendiri sebelum akhirnya bisa menjadi driver untuk orang lain.

Bagaimana mungkin ia bisa menjadi seorang driver bagi orang lain jika ia tidak bisa menjadi driver bagi dirinya sendiri. Untuk bisa memunculkan self productivity, seseorang tentunya harus memiliki mental driver, ia harus bisa berpikir, mencari jalan sekaligus mengambil semua risiko. Dan untuk mendapatkan mental driver ini, seseorang harus memiliki kesadaran yang dibentuk oleh self development, mulai dariself discipline hingga self confidenceSelf productivity tidak akan muncul jika bangsa ini hanya dibangun dalam platform mental passenger.

Orang yang bermental passenger dibentuk dengan hanya duduk, makan, bercanda atau bahkan tertidur. Jika kemudian suatu bangsa hanya melakukan transformasi budaya dari human passenger menjadi human driver yang memiliki self discipline danself confidence yang kuat, dipastikan bangsa ini akan bisa mendorong produktivitas dan pada akhirnya bisa timbul produktivitas dalam perusahaan dan dalam skala nasional kita akan meningkat produktivitas nasional.

Tulisan ini menurut saya cukup menarik dan dapat menginspirasi kita bersama.

Sumber :
Rhenald Kasali ; Produktivitas, Daya Saing, dan PNS ; Sindo 20 September 2012




Materi Workshop Empowering Leadership

Dear all;

Untuk memberi gambaran tentang sebuah workshop Empowering Leadership, berikut adalah draf sebuah workshop Empowering Leadership yang sempat mampir ke email saya dari MarkShare Training.

Gambaran Workshop Empowering Leadership:

Empowering Leadership
 


Kepemimpinan adalah praktek dari mengorganisasi keadaan yang berhubungan dengan diri sendiri serta bawahan dan lingkungan. Eksekusi adalah ujung dari kepemimpinan. Kepemimpinan bagi para supervisor atau para pemimpin baru agaknya perlu diberikan wacana dan tips dari yang paling sederhana hingga menyangkut pemikiran yang lebih dalam. 
Para manager ataupun first manager ini dihadapkan pada realitas baru dimana mereka tidak hanya mengelola pekerjaan yang sifatnya tehnikal saja, namun juga melebar pada mempertajam konseptual dan kecakapan dalam mengelola hubungan manusia. Apalagi bagi mereka yang langsung memiliki anak buah.  
Tujuan Workshop
Tujuan lokakarya ini adalah untuk membekali pemimpin perusahaan di semua tingkat untuk dapat :
1.Membangun hubungan dan suasana kerja yang memungkinkan  semua orang berprestasi tinggi dengan mendayagunakan seluruh kemampuan terbaiknya dalam melakukan pekerjaannya untuk mencapai sasaran kerja bersama.
2.Mengerti dan memahami konsep dasar dan ketrampilan untuk
             memenuhi kebutuhan  dasar manusia seutuhnya, melalui upaya:
-          MEMBANGUN KEPERCAYAAN
-          MENETAPKAN TUJUAN
-          MEMBANGUN SINERGI
-          MEMBERDAYAKAN
Materi Pokok Workshop :
A.MEMBANGUN KEPERCAYAAN
1.Kepercayaan sebagai esensi kepemimpinan
2.Membangun pribadi yang layak dipercaya
3.Membangun kepercayaan
4.Konsep Rekening Bank Emosi (RBE)
5.RBE sebagai alat membangun, meningkatkan dan memperbaiki
kepercayaan.
B. MENETAPKAN TUJUAN 
1.Konsep Dua Tahap Penciptaan dan bentuknya dalam peran kepemimpinan
2.Team Purpose atau “Visi Unit Kerja”:
3.GOAL
4.ACTION
C. MEMBANGUN SINERGI
1.Esensi Sinergi
2.Pola Pikir MENANG-MENANG sebagai pondasi pertama dalam membangun Sinergi
1.Komunikasi Empatik;
2.Dua modal dasar untuk membangun Sinergi: KEBERANIAN-TENGGANG RASA
3.Proses membangun Sinergi
D. MEMBERDAYAKAN
1.Konsep Pemberdayaan dan metode pemberdayaan
2.Gaya kempimpinan dan pemberdayaan
3.Menganali Profili Gaya Kepemimpinan pribadi (Self Assessment)
4.Gaya Kepemimpinan Pribadi dan pemberdayaan anak buah
5.Mengenali tingkat kematangan anak buah
6.Kunci sukses pemberdayaan
7.Membangun hubungan dan kesepakatan Menang-Menang untuk
mencapai hasil yang optimal seluruh unit kerja

List Materi Training HRM (Human Resources Management )

Dear all,

Berikut ini saya kutip list materi training HRM yang sempat mampir ke email saya.
Sebenarnya training ini merupakan training yang lengkap dan merupakan the complete Guide to Attaracting, Retaining, and Motivating High Performance Employee ) 

Biasanya materi yang termasuk dalam lingkup ini adalah :
Materi / modul biasanya mengacu kepada American Society for Human Resources Management, dengan adaptasi “Local Content”  disesuaikan dengan budaya organisasi, system dan peraturan perundang-undangan di Indonesia.


Dengan mengacu pada 6 pilar HRM, kemudian dijabarkan dalam materi yang lebih rinci seperti tertera tabel bawah.






SIX PILLAR OF HRM


Deliverables
(HR Toolkit, Software & Templates Otomasi)


Module 1: Strategic Management
HR Business Partner, Dasar-Dasar Business Balanced Scorecard, Strategic Management Process, HR Metric & KPI

Module 2: Workforce Planning and Employment
Desain Struktur Oganisasi, Manpower Planning, Model Statistik Perencanaan SDM, Teknik Recruitment & Seleksi, Assessment Tools (DiSC, MBTI, Tes Potensi),

Module 3: Human Resource Development
Training Needs Analysis, Performance Appraisal & Performance Management System, Learning Methodology, Leadership Development Program, Competency Gap Reduction, Employee Engagement

Module 4: Total Rewards
International Job Evaluation, Desain Struktur dan Komponen Upah, Simulasi Praktis Kenaikan Upah, Aspek-aspek Compensation & Benefit

Module 5: Employee and Labor Relations
Aspek Normative UU13/2003, Manajemen Serikat Pekerja, Labor Disputes (PHK/PPHI) UU 2/2004, PKWT, PKWTT, Penanganan Layoff, Mogok dan Demo Karyawan, Penyusunan PKB / PP
Module 6: Risk Management
OHS, Key Risk Indicator (KRI), Business Recovery, P2K3, Employee Assistant Program


Tool pelengap HRM System :
Tool Pelengkap HRM System 


SOFT File with Customizable & Reproducible Forms, SOP, Policies, Software


SOP HRD & HR Toolkit : berisi berbagai standard praktek SDM Internasional dan Lokal,  Employee Management System, Performance Management System, Career Development Management System, Employee Relations, Management System, Termination Management System, General Affairs Management System, Supporting, Ebook Dave Ulrich dan audio ceramahnya, Independent study of HRM (File Presentasi dan MP3 : Audio) 16 File HRM by Dessler + file MP3 HR Life-Cycles, Ebook : Strategic HR refrensi aplikatif dilapangan (M Amstrongs, Desler, Greenwood, Shaun, Donald & Gail.

SOFTWARE : Baldrige Assessment (OD) plus Buku Panduannya, Recruitment database atau head hunter database, Software Hubungan Industrial (Kumpulan UU/Kepmen/PP tinggal klik saja), Software Job Evaluator plus Job Description , Training database untuk perusahaan, Software SCORECARD (Departemental Scorecard)Alat terbaru Plus 32 (IQ, Personality & Emplyee Profile), MPP Toolkit & organization design, SPCXL (untuk MPP), 10 Software berbentuk otomatisasi Excel: Core Competency Dev Toolkit, Skill Gap Assessment Tools, HR Multple Roles, Learning style, Change Readiness, Employee Engagement Gallup, IDP Progress,  Performance Coaching & Counseling), Talent Review


Sumber : fremind managemen consulting -solo

Latar Belakang, Sasaran dan Garis Besar Pelatihan HRM program adalah sebagai berikut ( Kaizen Consulting, Sept.21.2012 @ 08.00 pm )



LATAR BELAKANG
 Apakah Anda sedang mencari solusi untuk mengembangkan sistem sumber daya manusia di perusahaan Anda? Apakah Anda merasa manajemen HR Anda kurang baik? Temukan solusinya dalam training Human Resources Management.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis, perusahaan harus dipimpin para profesional yang memiliki motivasi tinggi dan  mampu membangun Operational Excellence. Pengembangan dan manajemen SDM menjadi  demikian penting dilihat dari dua sisi: menyeimbangkan kebutuhan jumlah karyawan dengan laju pertumbuhan bisnis perusahaan, mengelola motivasi karyawan agar tetap kompetitif dan mengembangkan mereka untuk memiliki wawasan global, ketrampilan bisnis serta manajemen yang unggul dibandingkan dengan para profesional pesaing.

SASARAN PELATIHAN
Setelah mempelajari HR Strategic peserta akan mampu:
·         Memahami konsep Human Resource dan kaitannya dengan Strategi perusahaan
·         Memahami hakekat strategi
·         Merumuskan dan menerapkan konsep-konsep dari Strategic HRM
·         Memahami dampak HR terhadap kinerja organisasi
·         Memahami dan bisa merancang strategi untuk memperbaiki efektivitas organisasi

GARIS BESAR PELATIHAN
1.      Tujuan Human Resource Management
A.       Aktifitas Human Resource Management
B.       Struktur Organisasi, Visi & Misi
C.       Perencanaan Sumber Daya Manusia
D.      Recruitment & Selection
2.      Sourcing, iklan lowongan kerja, interview, dll
3.      Performance Appraisal
A.      Key Performance Indicators,
B.      kesalahan dalam PA,
C.      Proses & Prosedur PA,
4.      Compensation & Benefit
A.      Strategi ComBen,
B.      Job Analysis,
C.      Job Description,
D.      Job Evaluation,
E.      Grading, 
5.      Training & Development
A.      Training Need Analysis,
B.       Training Gap Analysis,
C.      Training Evaluation, dll
6.      Industrial Relation



Dengan melihat artikel ini kita akan memiliki gambaran dari sebuah HRM system.

Terimakasih

































































Selasa, 18 September 2012

Kepemimpinan itu ......

Dear all;

Barusan saya dapat email yang cukup menginspirasi tentang Kepemimpinan. Menarik dan mengena. Kepeminpinan adalah bersumber dari Hati Nurani ....

Kepemimpinan Itu.....

Kepemimpinan itu bukan sekedar kekuasaan,
Kepemimpinan itu bukan sekedar jabatan,

Kepemimpinan itu adalah tanggungjawab (kepada sesama dan Tuhan)
Kepemimpinan itu adalah tindakan dan keteladanan,
Kepemimpinan itu rendah hati dan menginspirasi
Kepemimpinan itu empati penuh kepeduliaan,
Kepemimpinan itu menyentuh hati dan memotivasi,
Kepemimpinan itu adil dan menjalankan amanah,
Kepemimpinan itu jujur dan memiliki integritas pribadi,
Kepemimpinan itu memberi dan melayani dengan hati,
Kepemimpinan itu mengutamakan kerjasama (sinergisme),
Kepemimpinan itu cerdas memiliki kreativitas,
Kepemimpinan itu visioner dan berpikiran maju,
Kepemimpinan itu ..................................

Dengarkan suara hati nuranimu....
Mintalah fatwa pada suara hati nuranimu...
dalam setiap mengambil keputusan-keputusan penting,
Karena Anda, Saya dan kita semua adalah pemimpin.


Mari kita jadikan diri kita adalah pemimpin yang bersumber dari Hati Nurani .....


Let's Go.....

Sabtu, 15 September 2012

Catatan Malam Minggu : Memahami dan Menerapkan Kecerdasan Kepemimpinan

Dear all,

Kemajuan suatu organisasi, sekecil atau sebesar apapun ( bahkan negara sekalipun ) sangat tergantung pada kinerja pemimpinnya. Semakin pintar sang pemimpin, maka akan cemerlang juga eksistensi organisasi itu.

Sebenarnya asal-usul perlua adanya seorang pemimpin tentu sangat pelik untuk diperdebatkan. Pemimpin (leader) dan teori kepemimpinan (leadership) sebenarnya meminjam istilah biologi, yaitu head ( kepala ). Manusia tak akan bisa hidup tanpa kepala. Karena di kepala semua sistem dan struktur hidup manusia terdapat. Mulai dari sistem otak, mata, telinga, mulut ada semua. Itulah mengapa perlunnya ada seorang pemimpin atau pimpina.

Mengapa harus ada pemimpin ?
Namanya pemimpin, ia menjadi garda depan sebuah perjalanan dan kehidupan bagi sistem-sistem lain yang sangat terkait satu sama lain. Bagaimana tubuh ini bisa berjalan ke utara bila jika mata ( bagian dari kepala) tidak memandunya? Bagaimana tubuh ini bisa bertindak jika syaraf otak ( bagian dari isi kepala ) tidak memberikan reaksi???

Sedangkan relasi yang selama ini terjalin antara seorang pemimpin dengan bawahannya sebenarnya ada tiga macam :
1. Tujuan
Baik pimpinan, maupun bawahan atau karyawan adalah tipe-tipe kelompok masyarakat yang sama-sama ingin mewujudkan suatu tujuan. Jadi idealnya yang menempati posisi prioritas bukanlah pimpinan, akan tetapi tujuan atau target dari suatu organisasi. 
2. Pimpinan
3. Bawahan

Pada poin 2 dan 3 dapat dijelaskan sebagi berikut: 

Pada prakteknya, seorang pimpinan dalam rangka mencapai tujuan ia merekrut bawahan, karyawan atau pegawai yang bekerja untuk dan demi tujuan tersebut. Hubungan yang terjalin di dalamnya tentu bersikap top down. Yang penting sebenarnya bagaimana menjadi pemimpin yang efektif mengatur relasi dan bisnisnya terkait bagaimana menjalin hubungan dengan para bawahannya. Pola-pola delegatif, bottom up, instropektif dan dialogis, ternyata sangat mendukung suasana dan kondisi perusahaan atau institusi yang familiar, tidak angker dan kaku serta penuh kesadaran dalam pelaksanaan tugas.

4 Prinsip pola seorang pemimpin dalam memimpin  :

1. Pola pemberitahuan atau instruksioanis.
 Pola ini para atasan / pimpinan merasa kurang sreg jika dia sendiri tidak secara langsung mengamati hasil pekerjaan para bawahannya. 

2. Pola Melatih
 Pimpinan secara langsung memberi contoh dan praktek melaksanakan suatu job atau pekerjaan.

3. Pola Mendukung
 Pimpinan memberi support penih atau pujian atas apa yang dilakukan para bawahannya, jika sesuai dengan instruksinya. 

4. Pola Delegasi.
Pemimpin memberikan wewenang suatu tugas kepada bawahannya secara penuh.


Sebenarnya ada 4 hal sederhana agar kita menjadi seoarng pemimpin yang berhasil :

1. Ciptakan dinamika dalam kemampuan anda denga  terus - menerus memperbaruinya
2. Terapkan dan wujudkan segala potensi diri anda
3. Bentuklah tim kerja kreatif, cerdas dan bermental baja
4. Ciptakan inspirasi, motivasi dan rangsangan yang memicu kreativitas.

Untuk dapat melaksanakan 4 hal sederhana diatas diperlukan yang namanya kecerdasan kepemimpinan ( leadership intelligence) bagi sebuah perusahaan atau organisasi appun.

Selamat mencoba !!!





Mendelegasikan Pekerjaan

Saya pikir sangatlah ironis jika begitu banyak pemimpin yang stres karena gaya berpikir mereka, yaitu mereka tidak mau melakukan delegasi dari tugas-tugasnya.

Ada beberapa alasan, mengapa seorang pemimpin tidak mau mendegasikan pekerjaannya ke staffnya:
1. Merasa tidak mempunya waktu -> alasan klasik
2. Yakin bahwa hanya dirinyalah yang lebih kompeten
3. Kurang yakin terhadap kemampuan bawahan
4. Khawatir jika mereka mendelegasikan terlalu jauh pekerjaannya, mereka tidak memiliki pekerjaan yang bisa dipertahankan

Sekalipun begitu, para bawahan kita terkadang berteriak minta job yang lebih menantang dkarena pekerjaan yang lebih menantang dan lebih menggairahkan agar mereka bisa merasa lebih bertanggung jawab, lebih berprestasi dan lebih maju.

Pada saat pemimpin mengetahui akan potensi dan keinginan bawahannya untuk maju dan berkembang, maka sudah selayaknya untuk melakukan pendelegasian. Pendelegasian yang efektif adalah proses yang harus direncanakan dan bukan hanya sekedar melimpahkan tanggungjawab. 

Bila pemimpin mampu mendelegasikan pekerjaannya maka ada dua keuntungan yaitu pemberdayaan bawahan dan bisa mengurangi stres karena beban tugas.

Mari kita belajar mendelegasikan tugas kita kepada mitra kerja kita.


Renungan Sabtu malam Minggu, Sept.15.2012

Blok A9 dengan ditemani senagkir teh panas.